Tampilkan postingan dengan label 3D Printing Troubleshooting: Stringing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3D Printing Troubleshooting: Stringing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Juni 2023

Mengatasi Masalah Stringing pada 3D Printing

Cara Mengatasi Masalah Stringing pada 3D Printing


Mengatasi Masalah Stringing pada 3D Printing
 Mengatasi Masalah Stringing pada 3D Printing


Teknologi 3D printing telah merevolusi cara kita menciptakan objek dan prototipe. Namun, tidak selalu berjalan mulus, dan banyak pengguna mengalami masalah dalam prosesnya. Salah satu masalah umum yang sering dihadapi adalah stringing.


Apa Itu Stringing pada Cetak 3D Printing?

Stringing adalah kondisi ketika benang filament plastik yang digunakan dalam 3D printing terlalu panjang dan membentuk 'jalinan' atau 'string' di antara bagian-bagian cetakan yang seharusnya terpisah. Ini sering terjadi ketika nozzle cetakan bergerak dari satu bagian cetakan ke bagian lainnya dan sedikit filament meleleh keluar.


Mengatasi Masalah Stringing Pada 3D Printing

Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi masalah stringing ini:

Suhu Ekstruder

Pastikan suhu ekstruder yang digunakan sesuai dengan petunjuk produsen filament yang Anda gunakan. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan filament meleleh terlalu banyak dan meningkatkan kemungkinan stringing.


Kecepatan Cetak

Perhatikan kecepatan cetak yang Anda gunakan. Kecepatan yang terlalu tinggi saat berpindah antara bagian-bagian cetakan dapat meningkatkan risiko stringing. Coba kurangi kecepatan cetak atau atur kecepatan perpindahan untuk mengurangi masalah ini.


Baca juga : 3D Printing Troubleshooting : Layer Terpisah

Jarak Retraksi

Retraksi adalah proses menarik filament kembali ke dalam nozzle cetakan setelah perpindahan. Pastikan pengaturan jarak retraksi yang benar di dalam perangkat lunak slicer Anda. Jarak retraksi yang kurang atau tidak memadai dapat menyebabkan filament tetap keluar dan menyebabkan stringing.


Perhatikan Pengaturan Filament

Beberapa filamen memiliki sifat yang lebih cenderung mengalami stringing. Periksa petunjuk produsen untuk mengetahui pengaturan filament yang optimal. Beberapa filamen mungkin memerlukan penyesuaian suhu, kecepatan cetak, atau jarak retraksi yang berbeda untuk menghindari stringing.


Overhang (Beban Tambahan)

Stringing sering terjadi pada overhang atau bagian-bagian cetakan yang melayang di udara tanpa dukungan langsung di bawahnya. Pastikan Anda menggunakan dukungan cetakan yang tepat untuk mengurangi stringing pada overhang yang ekstrem.


Cek Kualitas Filament

Kadang-kadang, stringing dapat disebabkan oleh kualitas filament yang buruk atau kualitas yang tidak konsisten. Pastikan Anda menggunakan filament berkualitas tinggi dari pemasok tepercaya untuk mengurangi kemungkinan masalah stringing.


Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mengatasi masalah stringing pada 3D printing Anda. Jika masalah tetap berlanjut, ada kemungkinan masalah lain yang perlu diidentifikasi, seperti keausan nozzle cetakan atau masalah pada perangkat keras printer 3D Anda.


Jasa 3D Printing Bandung

WhatsApp 0819-1033-0188

Klik gambar WhatsApp untuk tanya-tanya



-----------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------



Jasa 3D Printing Bandung

Address : Jl. Emung No.30 Lengkong, Bandung

WhatsApp : 0819-1033-0188

Kamis, 25 Agustus 2022

3D Printing Troubleshooting: Stringing (Hasil Cetakan Berambut)

3D Printing Troubleshooting: Stringing (Hasil Cetakan Berambut)


Stringing
3D Printing Troubleshooting: Stringing

Stinging terjadi karena adanya plastik halus seperti benang (string) yang menempel pada cetakan. Biasanya terjadi karena plastik meleleh keluar dari nozzle ketika extruder bergerak untuk mencetak bagian lain. Pengaturan yang umum digunakan untuk mengatasi string yang berlebihan adalah dengan mengatur penarikan balik (retraction), temperature hot end dan kecepatan perpindahan (travel speed). Untuk mengatasi stringing pada 3D Printing ini, pastikan opsi retraction sudah aktif di tiap extruder. Jika retraction aktif, ketika extruder selesai mencetak satu bagian, filamen akan ditarik kembali ke nozzle. Saat pencetakan berikutnya, filamen didorong keluar lagi dari nozzle. Di bawah ini kita akan membahas pengaturan variable retraction.


Baca juga : Filament Tidak Keluar


Cara Setting atau Pengaturan Variable Retraction 3D Printing

·        Jarak Retraction (Retraction Distance)

Retraction distance merupakan pengaturan yang paling penting, karena menentukan seberapa banyak filamen yang ditarik dari nozzle. Jika filamen ditarik terlalu jauh, filamen mungkin tidak akan keluar dari nozzle saat printer perlu melanjutkan proses mencetak. Makanya, kita perlu menentukan pengaturan yang pas.

Umumnya direct-drive extruder hanya butuh jarak retraction 0.5-2.0mm, Sedangkan Bowden extruder butuh jarak retraction sampai 15mm. Jarak retraction ini  berdasarkan pada panjang jarak antara drive gear extruder dengan nozzle yang dipanaskan. Jika masih ada string pada cetakan, cobalah menambah 1mm pada jarak retraction dan cetak ulang.

·         Kecepatan Retraction (Retraction Speed)

Retraction speed menentukan seberapa cepat filamen ditarik. Jika retraction speed-nya terlalu lambat, plastik akan bocor sebelum extruder pindah ke tempat baru. Namun jika retraction speed-nya terlalu cepat, hal ini dapat menyebabkan filamen terputus dengan bagian lain di dalam nozzle. Lebih buruk lagi, putaran cepat dari drive gear dapat menggiling plastik cair dan menyumbat nozzle. Biasanya nilai antara 1200-6000mm/min (20-100 mm/s) akan menghasilkan performa retraction yang sangat bagus. Namun, kembali lagi ke jenis material yang kalian gunakan, karena angka yang ideal bergantung dari material yang digunakan.

·         Temperatur Suhu Terlalu Tinggi

Saat suhu terlalu tinggi, plastik menjadi terlalu cair dan mudah keluar dari nozzle, bahkan setelah menyesuaikan pengaturan retraction. Suhu yang lebih rendah mengurangi kemungkinan ini. Namun, kalian harus berhati-hati untuk tidak mengatur suhu terlalu rendah. Suhu yang sangat rendah dapat membuat filamen tidak cukup meleleh dan dapat menimbulkan masalah.

Kalian bisa mencoba mengurangi suhu nozzle antara 5°C hingga 10°C, tetapi jangan pernah mengurangi suhu di bawah spesifikasi minimum pabrikan. Ini adalah suhu yang umumnya direkomendasikan untuk beberapa filamen:

1.      PLA: 180-220°C

2.      ABS: 200-250°C (90-100°C print bed)

3.      PET: 215-235°C

4.      TPE: 210-240°C (20-70°C print bed)

5.      PVA: 160-190°C (60°C print bed)

6.      TPU: 230-250°C (60°C print bed)

 

·         Sesuaikan Print Speed

Print speed juga dapat menyebabkan string. Misalnya, jika nozzle membutuhkan waktu terlalu lama untuk bergerak di antara dua titik, kemungkinan terjadi stringing karena plastik cair memiliki lebih banyak waktu untuk keluar dari nozzle. Tetapi jika ekstruder bergerak lebih cepat, filamen tidak akan memiliki cukup waktu untuk keluar. Umumnya, kecepatan 190 hingga 200 mm/s dapat bekerja dengan baik, tetapi MatterHackers telah menemukan 150 mm/s sebagai kecepatan yang ideal untuk sebagian besar printer.

    


Jasa 3D Printing Bandung

WhatsApp 0819-1033-0188

Klik gambar WhatsApp untuk tanya-tanya



-----------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------



Jasa 3D Printing Bandung

Address : Jl. Emung No.30 Lengkong, Bandung

WhatsApp : 0819-1033-0188

Harga 3D Printing per Gram

Harga 3D Printing per Gram: Memahami Biaya Teknologi Cetak 3D Harga 3D Printing per Gram Teknologi pencetakan 3D telah mengubah cara kita me...