Tampilkan postingan dengan label 3d print troubleshooting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3d print troubleshooting. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Juni 2023

Pemecahan Masalah Kualitas Cetak 3D Printing

 Panduan Pemecahan Masalah Kualitas Cetak 3D Printing


masalah kualitas cetak 3d printing
Pemecahan Masalah Kualitas Cetak 3D Printing


Teknologi pencetakan 3D telah membawa revolusi dalam berbagai industri, mulai dari manufaktur hingga desain produk. Namun, seperti halnya teknologi lainnya, cetak 3D juga dapat menghadapi beberapa masalah kualitas yang mempengaruhi hasil akhir dari objek yang dicetak. Dalam panduan ini, kita akan membahas beberapa masalah umum yang mungkin terjadi dalam pencetakan 3D dan memberikan langkah-langkah pemecahan masalah yang dapat membantu Anda menghasilkan cetakan yang berkualitas.


Masalah Lapisan yang Tidak Rata

Salah satu masalah umum dalam pencetakan 3D adalah ketidakrataan lapisan, yang dapat menghasilkan permukaan yang kasar atau tidak sempurna pada objek yang dicetak. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memecahkan masalah ini adalah:

  • Pastikan meja pemanas (heat bed) sudah terkalibrasi dengan baik. Hal ini memastikan adhesi yang baik antara objek dan meja pemanas, sehingga lapisan-lapisan dapat menempel dengan rata.
  • Periksa suhu cetak ekstruder. Pastikan suhu ekstruder sesuai dengan jenis filament yang Anda gunakan. Suhu yang tidak tepat dapat mengakibatkan masalah dalam pengendalian aliran material.
  • Atur kecepatan cetak. Kecepatan cetak yang terlalu tinggi dapat menyebabkan lapisan yang tidak rata. Turunkan kecepatan cetak dan amati perubahan dalam kualitas cetakan.

Objek Cetak Retak atau Patah

Jika objek yang Anda cetak retak atau patah saat proses pencetakan, berikut adalah beberapa langkah pemecahan masalah yang dapat Anda coba:

  • Periksa kekuatan dan keandalan desain objek. Pastikan desainnya cukup kuat dan tahan terhadap tegangan yang mungkin dialami selama proses cetak.
  • Perhatikan jenis filament yang Anda gunakan. Filament dengan sifat mekanik yang lebih rendah atau kurang cocok untuk aplikasi tertentu dapat menyebabkan kelemahan struktural pada objek cetakan. Pilihlah filament yang sesuai dengan kebutuhan dan sifat mekanik yang diharapkan.
  • Periksa suhu cetak ekstruder. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengakibatkan kelemahan struktural pada objek cetakan. Pastikan suhu cetak ekstruder sesuai dengan rekomendasi pabrik filament.

jasa 3d printing bandung
Pemecahan Masalah Kualitas Cetak 3D Printing

Permukaan Cetak yang Buram atau Tidak Rapi

Jika permukaan cetakan 3D terlihat buram atau tidak rapi, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperbaikinya:

  • Pastikan nozzle ekstruder bersih. Kerak atau sisa material yang menempel pada nozzle ekstruder dapat mengakibatkan aliran material yang tidak konsisten dan menghasilkan permukaan cetakan yang buram. Bersihkan nozzle secara teratur untuk menjaga aliran material yang baik.
  • Perhatikan suhu ruangan dan kondisi lingkungan cetak. Variasi suhu yang besar atau aliran udara yang tidak terkendali dapat mempengaruhi kualitas permukaan cetakan. Pastikan lingkungan cetak stabil dan bebas dari gangguan yang dapat mempengaruhi proses cetak.
  • Gunakan teknik pascaproses (post-processing) yang tepat. Beberapa metode seperti pemolesan (sanding), pewarnaan, atau lapisan pelindung dapat membantu meningkatkan tampilan permukaan cetakan 3D.

Overhang atau Jembatan yang Buruk

Overhang adalah bagian cetakan yang melengkung atau menjulur ke luar tanpa dukungan yang memadai. Jika Anda menghadapi masalah ini, pertimbangkan langkah-langkah berikut:

  • Gunakan dukungan cetak (support structures) yang tepat. Dukungan cetak adalah struktur yang dicetak bersama dengan objek utama dan berfungsi sebagai penyangga untuk overhang atau jembatan yang sulit dicetak. Perangkat lunak pemodelan 3D biasanya memiliki opsi untuk menambahkan dukungan cetak secara otomatis.
  • Turunkan suhu ekstruder. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan leleh yang berlebihan pada overhang atau jembatan, yang pada gilirannya menghasilkan cetakan yang buruk. Coba turunkan suhu ekstruder untuk mengurangi efek leleh yang berlebihan.

Dalam dunia pencetakan 3D, pemecahan masalah adalah bagian penting dari proses pembelajaran. Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah yang tepat, Anda dapat meningkatkan kualitas cetakan 3D Anda. Selalu berusaha untuk eksperimen, mencoba berbagai pengaturan, dan berbagi pengetahuan dengan komunitas pencetak 3D lainnya untuk memperoleh hasil cetak yang terbaik.


Jasa 3D Printing Bandung

WhatsApp 0819-1033-0188

Klik gambar WhatsApp untuk tanya-tanya



-----------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------



Jasa 3D Printing Bandung

Address : Jl. Emung No.30 Lengkong, Bandung

WhatsApp : 0819-1033-0188

Kamis, 13 Oktober 2022

3D Print Troubleshooting | Elephant Foot

 Masalah Elephant Foot pada 3D Printer

Elephant Foot

Cara Mengatasi Elephant Foot 3D Printing

Masalah 3D Printing ini dapat disebabkan oleh berat model yang menekan bagian bawah sebelum bagian tersebut didinginkan dan mengeras dengan benar. Terutama, ini menjadi masalah ketika Bed printer kalian memiliki pemanas (Hot Bed). Nah, di bawah ini saya akan menjelaskan cara untuk mengatasi masalah tersebut, jadi simak baik-baik penjelasannya.

1.      Sesuaikan Suhu Bed & Pendingin (Cooling)

`           Agar Elephan Foot tidak muncul di hasil print kalian, base layer kalian perlu didinginkan secukupnya agar dapat menopang layer diatasnya. Namun, jika pendinginan terlalu berlebihan, ini akan beresiko memunculkan masalah baru yaitu Warping. Turunkan juga suhu bed kalian sebesar 5o secara bertahap.

2.      Sesuaikan Print Bed

Sebagian besar masalah printer bisa terjadi karena ketidaksesuaian print bed. Setiap printer memiliki teknik yang sedikit berbeda untuk leveling print bed. Mulailah dengan mengkalibrasi milik kalian sesuai dengan prosedur yang direkomendasikan oleh produsen printer yang kalian gunnakan. Coba cetak sebuah kubus untuk kalibrasi dan perhatikan bagaimana printer kalian meletakkan filamen di atas bed. Dengan mencetak kubus, kalian seharusnya dapat dengan mudah melihat apakah bed kalian rata atau tidak. Demikian pula, kalian akan bisa melihat apakah nozzle terlalu dekat dengan bed dan menggores melalui filamen cair, atau terlalu tinggi dan menyebabkan filamen menumpuk dan menggumpal.


Baca juga : Cara membuat Emblem 3D Motor Custom


3.      Buatlah Chamfer di Base Model Kalian

Buatlah Chamfer sebesar 5mm dan 45ยบ, tetapi kalian juga bisa menyesuaikannya lagi dengan model 3d kalian untuk mendapatkan hasil terbaik.

4.      Naikkan Nozzle

Menaikkan ketinggian nozzle sedikit saja sering kali dapat membantu, tetapi berhati-hatilah terlalu tinggi bisa menyebabkan filamen tidak akan menempel pada bed.


Baca juga : Masalah 3D Printing Over Extrusion


Jasa 3D Printing Bandung

WhatsApp 0819-1033-0188

Klik gambar WhatsApp untuk tanya-tanya



-----------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------



Jasa 3D Printing Bandung

Address : Jl. Emung No.30 Lengkong, Bandung

WhatsApp : 0819-1033-0188

Selasa, 04 Oktober 2022

3D Print Troubleshooting | Over-Extrusion

Masalah Over Extrusion pada 3D Printer


3D printing over extrusion

           Sesuai dengan namanya, Over-Extrusion terjadi ketika printer 3D kalian mengeluarkan terlalu banyak palstik dan ini dapat merusak kualitas hasil print kalian. Massalah ini bisa menyebabkan ketidakakuratan dimensi, lapisan terkulai, stringing, oozing, blops, dan bahkan kemacetan bisa terjadi karena hal ini. Jelas, kalian harus menghindari masalah ini, mari simak beberapa cara untuk mengatasi masalah ini.


Cara Mengatasi Over Extrusion pada 3D Printing

·         Turunkan Extrusion Multiplier

Pengaturan Extrusion Multiplier (atau flow) di software slicer menentukan tingkat di mana printer kalian mengeluarkan plastik. Di sebagian besar software slicer mengatur pengaturan ini ke default 1 (atau 100%). Jadi, kurangi pengaturan ini sebesar 2,5% secara bertahap. Jika, masalah ini tidak hilang juga atau masalah lain muncul, kalian harus beralih ke pengaturan lain.

·         Turunkan Suhu Print

Jika cara di atas tidak berhasil, coba turunkan suhu print. Jika suhunya terlalu tinggi, konsekuensinya adalah filamen akan meleleh berlebihan, yang mengalir tak terkendali dari nozzle. Turunkan suhunya (sesuai dengan filament yang digunakan) sebesar 5 derajat secara bertahap hingga suhunya pas. Jika, masalah ini tidak hilang juga atau masalah lain muncul, kalian harus beralih ke pengaturan lain.

·         Pastikan Diameter Filamen Benar

Salah satu penyebab over-extrusion ini adalah input diameter filamen yang salah. Tiga diameter filamen yang umum adalah 1,75 mm, 2,85 mm, dan 3 mm. Jika, software slicer kaian tidak sesuai dengan diameter filamen dengan yang sebenarnya, ekstruder akan mengekstrusi filamen dengan kecepatan yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan over-extrusion.

 

Baca juga : 3D Print Troubleshooting : Elephant Foot


Jasa 3D Printing Bandung

WhatsApp 0819-1033-0188

Klik gambar WhatsApp untuk tanya-tanya



-----------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------



Jasa 3D Printing Bandung

Address : Jl. Emung No.30 Lengkong, Bandung

WhatsApp : 0819-1033-0188

Minggu, 02 Oktober 2022

3D Printing | Under-Extrusion

Penyebab dan Cara Mengatasi Under Extrusion 3D Printing


 Under extrusion 3D Printer


Masalah ini terjadi ketika printer 3D mengeluarkan lebih sedikit plastik yang keluar dari nozzle daripada yang diatur di software slicer (atau dikenal sebagai under-extrusion). Jika ini terjadi, kalian mungkin bisa melihat celah antara dinding yang berdekatan. Cara paling mudah untuk menguji masalah ini adalah dengan mencetak kubus sederhana setinggi 20mm dengan setidaknya 3 outlines. Periksalah bagian atas kubus, untuk melihat apakah 3 outlines tersebut terikat kuat satu sama lain atau tidak. Jika ada celah antara 3 outlines tersebut, maka kalian sedang mengalami under-extrusion. Jika 3 outline bersentuhan dan tidak ada celah, kemungkinan kalian mengalami masalah yang berbeda. Tetapi, jika kalian merasa masalah ini terjadi kepada kalian, ada beberapa kemungkinan penyebabnya yang telah saya rangkum di bawah ini.


Penyebab Masalah 3D Printer Under Extrusion dan Cara Mengatasinya

·         Diameter filamen salah

Hal pertama yang harus kalian cek adalah software slicer mengetahui diameter filamen yang kalian gunakan. Kalian bisa cek pengaturan ini dengan mengklik "Edit Process Setting" dan klik “Other Tab”. Periksa untuk memastikan bahwa nilai ini cocok dengan filamen yang kalian beli. Nilai yang paling umum untuk diameter filamen adalah 1,75 mm dan 2,85 mm. Banyak gulungan filamen juga menyertakan informasi diameter yang benar pada kemasannya.


Baca juga : Mengatasi 3D Printing Over Extrusion


·         Tingkatkan Extrusion Multiplier

Jika diameter filamen kalian benar, tetapi masih terjadi msalah under-extrusion ini, maka kalian perlu menyesuaikan Extrusion Multiplier kalian. Ini adalah pengaturan yang sangat berguna yang memungkinkan kalian untuk dengan mudah mengubah jumlah plastik yang dikeluarkan (atau dikenal sebagai Flow Rate). Sebagai contoh, jika Extrusion Multiplier kalian adalah 1,0 sebelumnya dan kalian mengubahnya menjadi 1,05, itu berarti printer akan menyalurkan plastik ke noozle sebesar 5% lebih banyak plastik daripada sebelumnya. Biasanya PLA mencetak dengan Extrusion Multiplier mendekati 0,9, sedangkan ABS cenderung mendekati 1,0. Jadi, coba tingkatkan Extrusion Multiplier kalian sebesar 5% secara bertahap, lalu cetak ulang untuk melihat hasilnya.



Jasa 3D Printing Bandung

WhatsApp 0819-1033-0188

Klik gambar WhatsApp untuk tanya-tanya



-----------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------



Jasa 3D Printing Bandung

Address : Jl. Emung No.30 Lengkong, Bandung

WhatsApp : 0819-1033-0188

Rabu, 28 September 2022

3D Printing | Warping

Mengatasi Warping 3D Printing

Warping terjadi karena penyusutan material, yang menyebabkan sudut-sudut cetakan terangkat dan terlepas dari build plate. Ketika plastik dicetak, pertama-tama mereka sedikit mengembang tetapi menyusut saat dingin. Jika material berkontraksi terlalu banyak, ini menyebabkan cetakan menekuk dari build plate 3D Printing. Dibawah ini saya sedikit mengulas cara untuk mengatasinya, jadi simak baik-baik.


Cara Atasi Warping pada 3D Printer

·         Pastikan Print Bed Dalam Suhu Yang Tepat

Solusi termudah adalah dengan menggunakan bed yang dipanaskan dan mengatur suhu ke titik yang tepat, sesuai dengan suhu filament yang dibutuhkan. Jika suhu sudah sesuai maka layer pertama akan tetap menempel pada print bed. Suhu print bed bisa diatur di software slicer yang kalian gunakan.

·         Sesuaikan Print Bed

Kalibrasi print bed untuk memeriksa apakah alas sudah rata dan tinggi nozzle sudah benar.

·         Sesuaikan Initial Layer Settings


Ada dua pengaturan penting (berkaitan dengan lapisan pertama) yang bisa menyebabkan masalah ini yaitu tinggi layer awal dan kecepatan layer awal (Initial layer height and Initial layer speed). Hal yang harus dipastikan adalah layer pertama menempel dengan baik pada permukaan print bed, karena jika tidak akan berpengaruh pada layer selanjutnya. Jika kecepatan print di layer pertama (Initial Layer Speed) terlalu cepat, plastik tidak akan menempel pada meja kerja dengan baik. Ini dikarenakan plastik pada layer pertam akan tertarik oleh gerakan nozzle. Karena itu sangat dianjurkan untuk mengatur kecepatan paling rendah pada layer pertama agar plastik dapat menempel dengan baik. Selain itu, ketinggian layer pertama (Initial layer height) juga berpengaruh. Biasanya akan lebih mudah jika layer pertama diatur sedikit lebih rendah sekitar 80%-90%. Kedua pengaturan ini bisa diatur di software slicer yang kalian gunakan.


Baca juga : Under Extrusion 3D Printing


·         Raft dan Brim

Gunakan brim untuk mencetak part yang sangat kecil atau yang tidak memiliki permmukaan yang cukup luas untuk menempel di print bed. Brim ini menambahkan ring ekstra di garis luar cetakan sehingga permukaan yang menempel di meja kerja menjadi semakin luas. Kalian bisa gunakan brim hingga lebar 10 mm.


By: MED Manufaktur


Jasa 3D Printing Bandung

WhatsApp 0819-1033-0188

Klik gambar WhatsApp untuk tanya-tanya



-----------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------



Jasa 3D Printing Bandung

Address : Jl. Emung No.30 Lengkong, Bandung

WhatsApp : 0819-1033-0188

Harga 3D Printing per Gram

Harga 3D Printing per Gram: Memahami Biaya Teknologi Cetak 3D Harga 3D Printing per Gram Teknologi pencetakan 3D telah mengubah cara kita me...